SEJARAH ANDALUSIA

header strip andalusia1

Andalusia adalah bagian selatan dari negara Spanyol. Kata ‘Andalusia’  berasal dari kata ’Al Andalus’ (Bahasa Arab) atau ‘landa-hlauts’ (Bahasa Gothic). Di sinilah sering terjadinya pembataian oleh kaum Vandal dan Visigoth, yg berkuasa di sana sebelum tentara muslim datang, sehingga timbul istilah ‘Vandalim’ dikemudian hari.

Dahulu banyak diberitakan bahwa tentara muslim dari Afrika Utara datang ke Al Andalus   untuk menjajah dan membatai para orang Spanyol. Padahal yang benar adalah sekitar tahun 710 Raja Visigoth, Witiza dikudeta dan dirampas oleh mantan bawahannya Roderick, yg juga menodai puteri dari Julian, gubernur Ceutia, Afrika Utara. Selain itu, kaum Yahudi di sana merasa sangat tertekan sejak Visigoth berkuasa, sampai meminta   bantuan tentara muslim  di Afrika Utara. Pemerintahan Visigoth ini juga berkuasa dengan   semena-mena terhadap rakyatnya,lalu negeri ini dilanda krisis. Julian memohon pertolongan kepada Musa bin Nusair, kepala Khalifah Ummayah di Afrika Utara. Orang-orang di Afrika Utara saat itu dikenal sebagai bangsa Berber, yg memiliki kemampuan mahir dalam bertempur. 

Penaklukan Andalusia akhirnya dimulai, dg seizin Walid bin Abdul Malik, khalifah Ummayah saat itu, Musa bin Nusair, mengirim pasukan kecil, 500 org  dipimpin Tharif bin Malik untuk memnyelidiki kebenaran info dari Julian dan mempelajari medan pertempuran. Kemudian, setelah ia kembali, gubernur Tangier, Thariq bin Ziyad ditugaskan utk memimpin 7000 pasukan untuk menyerang bersama Julian, dan pada 29 April 711 mendarat di sebuah bukit di Al Andalus, yg lalu dinamai Jabal Thariq atau kemudian dikenal dg bukit Gibraltar. Kemudian disusul 5000 pasukan lagi yg dipimpin Tharif bin Malik, sehingga mereka berjumlah 12.000 pasukan untuk melawan pasukan Visigoth yg berjumlah 100.000. Thariq bin Ziyad membakar semangat pasukannya dg mengatakan “Wahai prajurit-prajuritku, kemana kalian akan lari? Di belakang laut, di depan musuh. Satu-satunya yg kalian miliki sekarang adalah harapan dari keberanian kalian. Jika kalian mau bersabar, Allah lah yg akan menolong hingga nama kalian akan dikenang di dunia dan akhirat….”

tariq bin ziyadh

Kemudian pd 19 Juli 711 (28 Ramadan), bertemulah kedua pasukan Thariq dan Roderick di Guadalete, yg kemudian dikenal sebagai Perang Guadalete…. Berkat pertolongan Allah, mukjizat telah terjadi, yaitu pasukan muslim yg berjumlah 12.000 org berhasil mengalahkan pasukan Visigoth yg berjumlah 100.000. Musa bin Nusair pun menyusul dg pasukkannya.

Kemudian pasukan muslim berhasil merebut ibu kota Visigoth di Toledo, juga kota Cordoba, Zaragoza, dan Murcia. Setelah merebut Zaragoza dan lainnya, Musa dipanggil sang khalifah untuk ke Damascus pd 715. Perjuangan diteruskan oleh Abdul Aziz, putera Musa bin Nusair, yg dinobatkan menjadi gubernur Al Andalus. Ibu kota kemudian dipindahkan ke  Cordoba. Pada tahun 719, Khalifah Ummayah saat itu, Umar bin Abdul Aziz memerintahkan untuk mendirikan jembatan sepanjang 400 meter di Cordoba, yg kini juga dikenal sebagai Musa bin Nusair Bridge, dan masih bertahan sampai sekarang. Pada masa pemerintahan Anbasah bin Suhaim (721-725), penaklukan pasukan Islam di eropa sudah sampai kota Sens, di Prancis, tinggal berjarak125 km dari Paris.

 jembatan musa dan abdurahman i

Cordoba adalah pusat perkembangan Islam pada masa berikutnya di Andalusia, yaitu dimulai saat seorang pangeran terakhir Bani Ummayah, Abdurahman Ad Dakhil yg memimpin Andalusia pada sejak tahun 756. Dimana sebelumnya Andalusia sedang berada  dalam perpecahan sesama muslim.

Pada masa Abdurahman Ad Dakhil (Abdurahman I)   mulai dibangun Great Mosque of Cordoba atau Mezquita de Cordoba tahun 786, dg biaya sebanyak 80.000 dinar emas. Masjid ini diperluas beberapa kali, yaitu pada masa Abdurahman II pada tahun 833, lalu diteruskan pada masa Abdurahman III pada tahun 945, yg juga membangun kota megah di dekat Cordoba, yaitu Madina Az Zahra. Perluasan Great Mosque of Cordoba diteruskan pada masa Al Hakam II pada tahun 961 dengan melengkapi masjid dengan sebuah mahakarya yaitu Mihrab dg khaligrafi berlapis emas yg sangat indah. Al Hakam juga melengkapi masjid ini dengan Maqsurah, yaitu pilar dengan lengkungan yg berlapis-lapis sehingga membuat ruang lebih di atas untuk ventilasi udara.  Perluasan berlangsung sampai masa  Al Mansur pd th 987, sampai seluas 17.000 m2,  dg memiliki 1293 pilar (kini tinggal 856 pilar), hingga dapat menampung 9000 Jemaah & menjadi masjid terbesar di dunia saat itu.  Sementara bagian Eropa lain saat itu dalam ‘Dark Ages’, Cordoba menjadi pusat perkembangan keilmuan, memiliki 3000 masjid & menjadi kota kedua terbanyak penduduknya di dunia saat itu.

masjid cordoba

Great Mosque of Cordoba telah menjadi saksi mata   kejayaan Cordoba yg saat itu disebut sebagai Permata Dunia. Namun kini masjid ini secara formal menjadi   gereja Cathedral yg dijaga petugas dari Vatican.  Di bagian tengah masjid terdapat tempat misa umat Kristen. Namun di sekelilingnya masih sgt banyak terdapat peninggalan masjid Cordoba seperti tulisan ’Laa ilaaha illallah Muhammadar Rasullullah’ di antara banyak pilar dan lengkungannya, mihrab tempat imam yg bertuliskan ayat Al Qur’an bertinta emas, yg telah bertahan hampir 1300 tahun.  

 

Jejak terakhir masa keemasan Islam di Andalusia adalah Alhambra, Granada. Sejak perang Las Navas de Tolosa dg pihak Kerajaan Navare dan Castile, kekuasaan Muslim di Andalusia mulai menciut. Ferdinand III dari Castile berhasil merebut Cordoba pd tahun 1236, Seville pd tahun 1248, dan seterusnya. Sehingga wilayah kekuasaan muslim tinggal tersisa hanya di Granada, di bagian selatan Andalusia.

alhambra

Dinasti terakhir di Andalusia adalah Dinasti Nasrid, yg dimulai oleh Muhammad bin Yusuf bin Nashir atau Muhammad I sejak 1232, yg kemudian disebut Ibnu Al Ahmar , dan mendirikan Emirat Granada serta istana Alhambra pd tahun 1237. Semboyan dari Granada adalah ‘Wa laa ghaliba illallah’ (tidak ada yg menang selain  Allah) banyak terlihat di dinding Istana Alhambra.

Melalui pernikahan Isabela Ratu Castile dan Ferdinan III dari Aragon, pd tahun 1469, bersatulah kedua kerajaan ini menjadi kerajaan Castile, sehingga kekuatan Granada sdh semakin tdk berdaya, sampai akhirnya Muhammad XII atau Boabdil menyerahkan Granada kepada kerajaan Castile pd  2 Januari 1492. Lalu berakhirlah masa kekuasaan Islam di bumi Andalusia, dan agama Islam dilarang di sana selama berabad-abad.

Pada bulan Juni 1967, barulah pemerintah Spanyol memperbolehkan lagi warganya untuk beragama Islam. Istana Alhambra pun kini selalu dipenuhi turis mancanegara. Ironisnya, sebagian besar turis yg mengunjungi istana ini adalah non muslim. Alhambra adalah mahakarya seni arsitektur & kaligrafi Islam yg telah bertahan selama hampir 800 tahun.

 

instagram: @carakawisata 

Ikuti program...

Umrah plus Eropa - Andalusia 22 Des 2018