Proyek Transportasi Makkah Mulai Dikerjakan


13 Februari 2017

IHRAM.CO.ID,  MAKKAH – Seiring dengan tuntasnya proyek perluasan Masjidil Haram, pemerintah Kerajaan Arab Saudi kini memulai penataan sarana tranportasi kota Makkah. Dimulai proyek ini maka diharapkan persoalan kemacetan kota suci ini segera bisa diatasi.

Implementasi tahap pertama penataan transportasi Makkah itu diwujudkan oleh pemerintah Arab Saudi dengan mengucurkan dana  sebesar 3,12 miliar Saudi Real. Dana sebesar ini dipergunakan untuk menyediakan sarana tranprotasi berupa 500 bus, termasuk 120 di antaranya merupakan bus gandeng.

Seperti dilansir Saudi Gazette, tahapan pembangunan ini beberapa hari lalu telah diumumkan melalui juru bicara  pemerintah Saudi di Makkah,  Sultan Al-Dowsari.  Proyek ini akan dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri National Express Company and Hafel.

Dua pekan lalu, Raja Salman pun telah mengeluarkan dekrit menyetujui pelaksanaan tahap pertama. Wali Kota Mammah, Osama Al-Bar, dan Sekretaris Makkah ‘Development Authority’ Hisham Al-Faleh mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman dan Emir Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal, atas dimulainya  pelaksanakan proyek penataan transportasi tersebut.

Al-Dowsari lebih lanjut mengatakan sistem transportasi Makkah nantinya akan memiliki 12 jalur yang akan menjangkau seluruh bagian dari kota suci ini. Rinciannya, akan ada tujuh jalur terpisah ganda, dan sisanya terdiri dari lima jalur tunggal. Para penumpang nantinya akan disediakan stasiun yang akan ditempatkan pada empat titik masuk kota Makkah, yakni dari arah ‘jalur bebas hambatan’ Makkah-Jeddah, Madinah Road, Allaith, dan Al-Sail.

Al-Dowsari juga menegaskan bila Raja Salman telah menyetujui untuk memulai pelaksanaan pembangunan proyek rel kereta 'Metro Makkah' dengan bekerjasama sektor swasta.

Pada tahap pertama, akan dibangun ‘jalur hijau’ yakni berupa pengadaan jalur rel sepanjang 11 kilo meter yang meliputi tujuh stasiun. Stasiun kereta api Mashair di Mina juga akan dihubungkan dengan stasiun Marwa, yang berada di sisi utara dari Masjidil Haram. Selain it, pembangunan rel ini akan  diperluas ke arah Haramain High Speed Rail, yakni pembangunan  stasiun kereta api yang berada di pintu masuk Makkah, yakni di kawasan  Rusaifa.

Pada 2012, Raja Abdullah sebenarnya telah menyetujui pembangunan sistem transportasi publik besar-besaran senilai 62 miiar Real Saudi  untuk Makkah. Targetnya adalah membangun transportasi publik yang komprehensif seperti penyediaan  kereta api perkotaan, bus rapid transit, bus ekspres, hingga pengadaan feeder bus. Rencana inilah yang kini mulai diwujudkan.

Sumber: Saudi Gazette

& ihram.co.id

http://www.ihram.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/17/02/12/ol9lzw385-proyek-penataan-transportasi-makkah-mulai-dikerjakan



Baca juga
  » 27 Juni 2018
Israel Resmi Cabut Larangan Berkunjung Bagi Warga Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta - Israel resmi membatalkan larangan berkunjung bagi pemegang paspor Indonesia. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan pembatalan dilakukan setelah dilakukan kontak antara pemerintah Israel dan saluran internasional.

  » 30 Mei 2018
First flight operates from new Jeddah airport
Saudi Gazette report Jeddah — The new Jeddah International Airport opened Tuesday to operate a select number of flights as part of a soft-opening phase.

  » 19 Februari 2018
Umat Waspadai Pilih Travel Umrah
IHRAM.CO.ID, PALEMBANG -- Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan umat Islam di daerahnya untuk berhati-hati dalam memilih travel umrah. Tindakan ini dilakuknan agar merekta tidak tertipu ketika hendak berangkat umrah.

  » 26 Desember 2017
Situasi Keamanan Mulai Kondusif di Palestina
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman menyatakan bahwa saat ini Warga Negara Indonesia (WNI) dapat kembali melakukan perjalanan ke Palestina

  » 17 November 2017
Sumur Zamzam Direnovasi, Hanya yang Kenakan Ihram Bisa Tawaf
ihram.co.id : Proyek perbaikan saluran air sumur Zamzam di Masjidil Haram, Makkah, terus berlangsung. Para pekerja bekerja siang malam agar proyek ini bisa selesai menjelang datangnya bulan Ramadhan tahun 2018.